Senin, 19 Januari 2015
ADMINISTRASI PERKANTORAN
3. Macam-Macam Surat DinasAda beberapa macam Surat Dinas yag biasa dilakukan oleh sebuah kantor antara lain sebagai berikut :a. Surat Dinasb. Nota Dinasc. Memod. Surat Pengantare. Surat Edaranf. Surat Undangang. Surat Tugash. Surat Kuasai. Surat Pengumumanj. Surat Pernyataank. Surat Keteranganl. Berita AcaraKeterangan :a. Surat Dinas merupakan surat yang berisi hal penting berkenaan dengan administrasi pemerintahan.b. Nota Dinas adalah surat yang oleh atasan kepada bawahan atau bawahan kepada atasan langsung atau yang setingkat berisikan catatan/pesan singkat tentang suatu pokok persialan kedinasan.c. Memo adalah catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tentang pokok persialan kedinasan.d. Surat Pengantar adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau pejabat yang berfungsi untuk mengantarkan surat, dokumen, barang, dan/atau bahan lain yang dikirim.e. Surat Edaran merupakan surat yang berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan perundangundangandan/atau perintah.f. Surat Undangan merupakan surat pemberitahuan kepada seseorang utnuk menghadiri suatu acara pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.g. Surat Tugas adalah surat yang berisikan penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan.h. Surat Kuasa adalah surat yang berisi kewenangan penerima kuasa untuk bertindak atau melakukan suatu kegiatan atas nama pemberi kuasa.i. Surat Pengumuman merupakan surat yang berisikan pemberitahuan mengenai suatu hal yang ditujukan kepada para pegawai atau masyarakat umum.j. Surat Pernyataan adalah surat yang menyatakan kebenaran suatu hal disertai pertanggungjawaban atas pernyataan tersebut.k. Surat Keterangan adalah surat yang berisikan keterangan mengenai suatu hal agar tidak menimbulkan keraguan.l. Berita Acara adalah surat yang berisi laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa mengenai waktu ekjadian, tempat kejadian, keterangan, dan petunjuk lain sehubungan dengan kejadian atau peristiwa tersebut.
b. Cara Pengetikkan Bagian-Bagian Surat1. Kepala surat biasanya sudah tercetak dengan baik pada kertas surat. Kepala surat minimal terdiri dari nama Instansi, Perusahaan atau Organisasi lengkap dengan alamatnya dan disertai lambing dari Instansi, Perusahaan atau Organisasi yang bersangkutan, namun kalau Kepala surat terpaksa harus diketik maka pengetikkannya dibuat yang simitris dengan huruf-huruf yang menarik.2. Mengetik tanggal surat perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :a. di depan tanggal tidak perlu ditulis nama kota.b. nama bulan tidak boleh disingkat atau diganti dengan angkac. pada akhir tanggal tidak perlu diberi tanda baca apapund. tahun tidak boleh disingkat3. Nomor surata. Nomor surat terdiri dari : nomor urut surat pada tahun yang bersangkutan, kode surat, tahun pembuatan. Pengetikannya lurus dengan margine kiri.b. Lampiran diketik di bawah kata Nomor dan menyebutkan jumlah lampiran dan bukan apa yang dilampirkan. Jika tidak ada yang dilampirkan kata lampiran tidak perlu diketik.c. Kata hal diketik di bawah kata lampiran dan apabila tidak ada yang dilampirkan, kata hal diketik di bawah kata nomor. Hal berisikan inti keseluruhan isi surat dinas.4. Alamat pada sampul, cara pengetikan alamat pada sampul adalah sebagai berikut :a. di depan nama jabatan diberi singkatan Yth.b. tidak diberi kata penyapa seperti Bapak, Ibu, Sdr. (baik pada sampul maupun pada alamat dalam).c. alamat lengkap penerima.d. nama kota tidak perlu ditulis dengan huruf besar semuae. di depan nama kota tidak perlu menggunakan kata di.5. Alamat dalam diketik dengan ketentuan sama seperti yang diatur pada sampul surat tanpa alamat lengkap.Jika alamat tersebut menunjuk nama orang maka penulisannya dengan ketentutan sebagai berikut :a. di depan nama diberi kata Yang terhormat dan disingkat Yth.b. tidak boleh melebihi separo dari lebar kertasc. nama tidak boleh diputus (ganti baris)d. Jika namanya panjang sehingga melebihi separo dari lebar kertas maka dapat disingkat dan singkatan hendaknya sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang punya nama sepanjang penulis surat mengetahuinya.e. akhir baris dari alamat tidak perlu diberi tanda baca apapun.6. Isi surat, yang perlu diperhatikan pada penulisan isi surat adalah sebagai berikut :a. Jarak baris menyesuaikan dengan banyak sedikitnya isi surat. Dapat dibuat dengan jarak baris 1, 1,5 atau 2 spasi.b. Diusahakan jangan terlalu menggantung atau terlalu kebawah. (hendaknya menulis surat seperti menempatkan foto pada pigura)c. Diusahakan hanya menggunakan 1 lembar kertas, jika terpaksa harus menggunakan lembar ke 2 (dua), maka pada lembar ke 2 (dua) ditulis dengan ketentuan sebagai berikut :1) ketikan yang paling atas lebih kurang 4 cm dari atas kertas.2) kertas yang dipakai untuk lembar ke 2 (dua) kualitasnya harus sama dengan kertas yang dipakai pada lembar pertama.3) sekurang-kurangnya pada halaman ke dua terdiri dari 3 (tiga) baris dan bukan tiga kalimat.4) pertama di sebelah kiri atas ditulis nama penerima, di tengah-tengah angka 2 (yang menunjukkan halaman ke 2) dan paling kanan atas adalah tanggal surat.5) Contoh Penulsan Surat pada Halaman 2 (dua) Drs. Marimin, M.Pd. 2 20 Juli 2008 Kepada dosen di lingkungan Unnes, dimohon kesadarannya untuk memeriksa, mengisi dan melengkapi portofolio yang telah disediakan supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan dosen. Hal teknis pengisian portofolio dosen dapat dikonsultasikan kepada UPT Komputer.
b. Cara Pengetikan Bagian-Bagian Surat Dinas1. Kepala Nota Dinas dibuat dengan ketentuan sama seperti membuat kepala surat dinas.2. Kata nomor diketik di bawah kata Nota Dinas dengan posisi sejajar.3. Tujuan dihaluli dengan kata terhormat dan disingkat Yth, dan diketik dibawah kata Nomor.4. Asal Nota Dinas didahului dengan kata dari, diketik sejajar dan dibawah singkatan Yth, dan diikuti dengan tanda baca : (titik dua).5. Kata hal diketik di bawah kata dari, sebaris dengan asal surat diikuti dengan tanda baca : (titik dua)6. Isi Nota Dinas diketik di bawah sejajar dengan kata hal.7. Pendahuluan, isi pokok, dan kalimat penutup diketik dengan ketentuan sama seperti pada surat dinas.8. Tanggal pada Nota Dinas diketik di sebelah kanan bawah di bawah baris terakhir dari isi Nota Dinas.9. Tanggal tidak disertai nama tempat pembuatannya.10. Nama jabatan penanda tangan diketik di bawah dan sejajar dengan tanggal, menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata.11. Nama pejabat penanda tangan, tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama seperti surat dinas.6. MemoMemo adalah catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tentang pokok persoalan kedinasan. Adapun bagian-bagian Memo adalah sebagai berikut :a. Kepala Memo dibuat sama dengan surat dinas atau nota dinas.b. Pembuka, Isi, dan penutup Memo dibuat sama surat dinas atau nota dinas.c. Memo biasanya dibuat dengan kertasn yang ukurannya berbeda dengan surat dinas. Memo biasanya menggunakan kertas HVS etapi dibagi 2 (dua).7. Surat PengantarSurat Pengantar adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau pejabat ang berfungsi untuk mengantarkan surat, dokumen, barang, dll. Surat pengantar dapat dibuat dengan bentuk seperti surat dinas biasa dan dapat pula dibuat dengan bentuk berkolam.Bagian-bagian surat Pengantar :a. kepala suratb. pembuka surat yang terdiri dari :· kata surat Pengantar· nomor dan· tujuan suratd. isi surat dane. penutup suratCara penulisan Pengantar :Surat Pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan cara membuat surat dinas, sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom dengan ketentuan sebagai berikut :1. Kata Surat Pengantar diketik di bawah dan simiris dengan garis bawah kepala surat, menggunakan huruf kapital2. Kata Nomor diketik di bawah Kata Surat Pengantar dan simi3. Tujuan surat pengantar didahului dengan kata Yang terhormat, yang disingkat Yth, diketik di bawah nomor diikuti nama jabatan dan alamat lengkap yang dituju tanpa didahului kata depan di pada nama tempat tujuan.4. Isi surat pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama seperti kalau membuat surat dinas, sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom terdiri atas : nomor urut, isi surat/barang, jumlah dan keterangan dengan garis kolom diketik di bawah tujuan surat dan sejajar dengan singkatan Yth.5. Penutup surat pengantar yang berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan kalau membuat surat dinas,sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom penutupnya terdiri atas:a. tanggal suratb. nama jabatan penanda tanganc. nama pejabat penanda tangand. tanda tangane. NIPf. cap dinasg. tembusan apabila ada6. Tanggal surat pengantar yang berbentuk kolom diketik dikanan bawah di bawah garis kolom, tanpa nama tempat pembuatannya.7. Nama jabatan penanda tangan diketik sejajar dengan tanggal menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata.8. Nama pejabat, tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama dengan kalau membuat surat dinas biasa.8. Surat EdaranSurat Edaran merupakan surat yang berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan perundangundangan dan/atau perintah,Bagian-bagian surat Edaran :Surat edaran terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut :a. Kepala suratb. pembuka surat, terdiri dari :1. kata Surat Edaran2. nomor3. lampiran4. hal dan5. tujuan suratc. isi suratd. penutup surat, terdiri dari :1. tanggal surat2. nama jabatan penanda tangan3. tanda tangan4. NIP5. cap dinas6. tembusan apabila ada
Surat Masuk :1. Menerima surat masuk dari pengantar surat2. Membaca kebenaran alamatnya, bila ternyata keliru harus segera mengembalikan kepada pengantar surat.3. Membubuhkan paraf pada buku atau kartu antaran surat.4. Membuka amplop.5. eMembuka lipatan surat.6. Membubuhkan cap tanggal di sebelah kanan atas.7. Membaca keseluruhan isi surat untuk menentukan pokok soal.8. Menentukan golongan surat, yaitu vital (V), penting (P), biasa (B), atau tidak penting (T).9. Menulis golongan surat di sudut kanan atas : V, P, B atau T.10. Membuat kartu arsip11. Mencatat surat masuk pada kartu arsip.12. Menyampaikan surat pada pimpinan.
Surat Keluar :1. Mengkonsep surat2. Mengetik surat.3. Mengecek atau memeriksa kelengkapan surat seperti jumlah pagina (halaman), lampiran, tembusan, dan lain-lain4. Menyampaikan kepada pimpinan utnuk memintakan tanda tangan5. Membubuhkan cap dinas.6. Membubuhkan cap tanggal keluar.7. Melipat surat.8. Memasukkan surat kedalam amplop.9. Mencatat pada kartu antaran surat.10. Menyerahkan surat beserta kartu antara surat kepada pengantar surat11. Menulis pokok soal di sudut kanan atas pada arsip12. Menulis kode golongan surat di sudut kanan atas.13. Memberi garis merah di bawah pokok soal14. Mencatat surat keluar pada kartu arsip
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar