Selly Oktarani Suparwanto #UJI KOMPETENSI_PAP2#(Pengantar Akuntansi)
Kelas : XI. Akuntansi 1
Selasa, 19 Mei 2015
Minggu, 15 Februari 2015
A.
MENGELOLA KARTU PERSEDIAAN
1. Pengertian persediaan
Persediaan
barang dagangan adalah barang-barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali
tanpa merubah bentuk. Persediaan suatu perusahaan biasanya dihubungkan dengan
objek usaha pokok. Objek usaha pokok perusahaan dagang adalah persediaan barang
dagangan (merchandise inventory).
2. Persediaan perusahaan manufaktur
Dalam
perusahaan manufaktur, terdapat 3 persediaan yang meliputi didalam nya yaitu
sebagai berikut :
a. Persediaan barang baku, adalah
bahan-bahan yang akn diproses menjadi barang jadi.
b.
Persedian
barang dalam proses, adalah bahan-bahan yang telah diproses tetapi belum
selesai.
c.
Persediaan
barang jadi, adalah barang yang telah selesai diproses dan siap untuk
dipasarkan.
3. Dokumen dan buku kartu persediaan
Dokumen
transaksi dan buku yang diperlukan dalam pengelolaan kartu persediaan yaitu
sebagai berikut :
a.
Dokumen
transaksi yang diperlukan dalam pengelolaan kartu persediaan :
·
Surat
permintaan pembeliaan
·
Surat
order pembelian
·
Laporan
penerimaan barang
·
Faktur
pembelian
·
Surat
order pengiriman barang
·
Faktur
penjualan
·
Memo
kredit
b.
Buku
yang digunakan dalam proses pengelolaan kartu persediaan :
·
Buku
jurnal pembelian
·
Buku
jurnal penjualan
·
Buku
jurnal pengeluaran kas
·
Buku
jurnal penerimaan kas
·
Buku
jurnal umum
·
Kartu
persediaan
4. Transaksi persediaan
Data
transaksi yang diperlukan dalam mempersiapkan persediaan barang dagang yaitu
sebagai berikut :
a. Pembelian barang dagang
b. Penjualan barang dagang
c. Retur penjualan dan pemotongan harga
d. Retur pembelian dan pemotongan harga
e. Beban angkut pembelian
f. Beban angkut penjualan
5. Mengidentifikasi data mutasi
persediaan barang
Mengidentifikasi
data mutasi persediaan barang berkaitan dengan prosedur penerimaan dan
pengeluaran barang dengan dokumen sebagai berikut :
·
Dokumen
penerimaan barang dagangan terdiri dari SPP, SOP, LPB, SOPB.
·
Dokumen
penyimpanan dan pengeluaran barang terdiri dari SOP, LPB, surat bukti
permintaan dan pengeluaran barang, kartu persediaan.
·
Bukti
pendukung yang berkaitan dengan pencatatan mutasi persediaan (faktur pembelian,
nota kredit, dan faktur penjualan).
B.
SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN
Sistem pencatatan persediaan barang
dagang yang diterapkan dalam perusahaan, sangat bergantung pada banyaknya jenis
dan harga satuan tiap jenis persediaan barang. Ada 2 sistem pencatatan, yaitu
sistem inventarisasi fisik dan sistem perpetual.
1. Pencatatan System persediaan fisik/periodic
Berikut pencatatan mutasi persediaan
:
Keterangan
|
Jurnal
|
D
|
K
|
a) Saat terjadi pembeliaan
b) Saat penjualan
c) Saat penerimaan kembali (retur
penjualan)
d) Saat pengiriman kembali (retur
pembeliaan)
e) Pada akhir periode (ayat jurnal
peny.)
·
Tidak membuka HPP
·
Dengan membuka HPP
|
Pembelian
Kas/utang
dagang
Kas/piutang
Penjualan
Retur
penjualan
Piutang
Utang dagang
Retur
pembelian
Ikhtisar
laba-rugi
Persediaan
(awal)
Persediaan
(akhir)
HPP
Retur Pembelian
Potongan
Pembelian
Persediaan
(awal)
Pembelian
Biaya angkut
pemb.
|
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
|
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
|
2. System persediaan perpetual
Keterangan
|
Jurnal
|
D
|
K
|
a) Saat terjadi pembelian
b) Saat penjualan
c) Saat penerimaan kembali (retur
penjualan)
d) Saat pengiriman kembali (retur
pembelian)
|
Persediaan
barang dagang
Kas/utang
dagang
Kas/piutang
dagang
Penjualan
HPP
Persediaan
Retur penjualan
Piutang
dagang
Persediaan
Harga pokok
penjualan
Utang dagang
Persediaan
barang dagang
|
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
|
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
|
C.
PENILAIAN PERSEDIAAN
Ada beberapa metode penilaian
persediaan barang dagangan yang dapat digunakan baik dalam pencatatan system
invetarisasi fisik maupun dalam pencatatan system perpetual.
1. Dalam pencatatan sistem
inventarisasi fisik
Dalam pencatatan
sistem fisik, nilai persediaan barang akhir periode diketahui setelah kuantitas
barang yang tersedia dihitung secara fisik, kemudian dikalikan dengan harga
satuannya. Harga satuan barang yang digunakan sebagai dasar penilaian
persediaan, bergantung pada metode penilaian yang digunakan. Metode penilaian
persediaan yang dapat digunakan dalam pencatatan system inventarisasi fisik,
antara lain metode tanda pengenal khusus, metode LIFO, metode FIFO, metode
persediaan dasar, dan metode taksiran.
a. Metode tanda pengenal khusus (specific identification method)
Dalam
metode ini, setiap barang yang masuk (dibeli) diberi tanda pengenal khusus yang
menunjukkan harga satuan sesuai dengan faktur yang diterima.
b. Metode rata-rata (average method)
Pada Metode ini
terdapat dua jenis, yaitu :
·
Metode
rata-rata sederhana (simple average
method)
Harga
rata-rata per satuan barang dihitung terlebih dahulu dengan cara membagi total
harga per satuan setiap transaksi pembelian dengan jumlah pembelian termasuk
awal periode. Nilai persediaan barang diperoleh dari hasil kali harga rata-rata
per satuan barang dengan sisa barang
·
Metode
rata-rata tertimbang (weighted average
method)
Harga
rata-rata per satuan barang dihitung dengan cara membagi jumlah harga pembelian
barang yang tersedia dijual dengan jumlah barang yang tersedia (kuantitas).
Nilai persediaan akir periode adalah hasil kali kuantitas persediaan dengan
harga satuan.
c. Masuk pertama keluar pertama (FIFO method)
Dalam
metode ini, barang yang lebih dahulu masuk (dibeli) dianggap yang lebih dulu
keluar (dijual). Nilai persediaan akhir dihitung dengan cara mengalikan barang
yang masih ada dengan harga per satuan.
d. Masuk terakhir keluar pertama (LIFO method)
Dalam
metode ini, barang yang lebih terakhir masuk (dibeli) dianggap yang lebi dulu
keluar (dijual). Nilai persediaan akhir dihitung dengan cara mengalikan barang
yang masih ada dengan harga per satuan.
e. Metode persediaan dasar (Basic Stock Method)
Persediaan
dasar adalah persediaan secara minimal harus ada untuk mempertahankan
kestabilan jumlah persediaan barang dagangan suatu perusahaan. Nilai persediaan
barang dagang akhir periode dihitung sebagai berikut :
·
Apabila
kuantitasnya lebih banyak daripada kuantitas persediaan dasar, nilai persediaan
dasar ditambah dengan harga pasar kelebihannya
·
Apabila
kuantitasnya lebih sedikit daripada kuantitas persediaan dasar, nilai
persediaan dasar dikurangi dengan harga pasar kekurangannya
f. Metode taksiran
Dalam pencatatan system fisik, nilai
persediaan barang pada akhir periode sering dihitung menggunakan metode
taksiran. Metoe tersebut biasanya digunakan pada supermarket yang biasa membuat
laporan keuangan bulanan (interin =
sementara), sehingga relative sulit dilakukan perhitungan persediaan
barang secara fisik. Penerapan metode taksiran dapat dilakukan menggunakan
metode laba kotor, atau dengan menggunakan metode harga eceran.
·
Metode
laba kotor (gross margin method)
Adalah barang tersedia, penjualan
bersih presentase laba kotor dari penjualan bersihmerupakan unsure untuk
menghitung persediaan akhir (barang tersedia untuk di jual-(penjualan
bersih-laba kotor))
·
Metode
harga eceran (retail method)
Menurut
metode ini nilai persediaan akhir adalah harga jual seluruh barang menurut
harga eceran dan hasil penjualan yang telah terjadi.
2. Dalam pencatatan sistem perpetual
Pencatatan
Sistem perpetual, setiap terjadi transaksi penjualan barang, harga pokok barang
yang dijual harus dihitung dan dicatat debit pada akun harga pokok penjualan.
Artinya metode penilaian persediaan diterapkan pada saat terjadi transaksi
penjualan untuk menentukan harga pokok barang yang dijual.
·
Penerapan
Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP)
Menurut
metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP), harga pokok barang yang dijual
dihitung dengan anggapan bahwa barang yang pertama masuk adalah barang yang
dijual terlebih dahulu, dan kekurangannya diambil dari barang yang masuk
berikutnya.
·
Penerapan
Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP)
Menurut
metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP), harga pokok barang yang dijual
dihitung dengan anggapan bahwa barang yang terakhir masuk adalah barang yang
dijual terlebih dahulu, dan kekurangannya diambil dari barang yang masuk
berikutnya.
·
Penerapan
metode rata
Setiap
terjadi transaksi pembelian harus dihitung harga beli rata-rata tiap satuan,
sehingga harga barang tiap satuan selalu berubah-ubah. Harga rata-rata tiap
satuan sebagai dasar untuk menghitung nilai persediaan akhir barang dagang.
BAB II
KARTU UTANG
1.
PENGERTIAN
UTANG
Utang
adalah kewajiban suatu badan usaha/ perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar
dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai
akibat dari transaksi di masa lalu.
A.
Penggolongan
Utang
Utang
perusahaan digolongkan menjadi :
1. Hutang
jangka pendek
Hutang
yang jatuh tempo dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Contoh : utang
usaha/dagang, utang garansi dan lain-lain.
2. Hutang
jangka panjang
Hutang
yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
Contoh : hutang hipotik, hutang obligasi, utang bank dan lain-lain.
B.
Metode
pencatatan utang
Ada dua metode pencatatan utang, yaitu
account payable procedure dan voucher payable procedure.
1. Dalam
account payable procedure, catatan utang adalah berupa kartu utang yang
diselenggarkan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai
nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran dan saldo
utang.
2. Dalam
voucher payable procedure, tidak menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan
arsip voucher yang di simpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal
jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang.
C.
Hutang
Jangka Pendek
1. Hutang
(Account Payable), yaitu hutang jangka pendek tidak di sertai perjanjian
tertulis. Timbulnya karena transaksi pembelian kredit.
2. Wessel
bayar (notes payable), yaitu hutang jangka pendek yang di sertai perjanjian
tertulis sesuai dengan ketentuan undang-undang.
Timbulnya
wessel bayar :
·
Mengaksep wessel
·
Menyerahkan promes/aksep
3. Beban-beban
yang harus dibayar (Accruals Payable) yaitu : suatu kewajiban yang telah
menjadi beban (seharusnya sudah dibayar) tetapi
di bayar karena belum saat pembayarannya.
Contoh :
a. Upah
ymh dibayar (accrued wages payable)
b. Bunga
ymh dibayar (accrued insterest payable)
c.
Sewa ymh dibayar (accrued
rent payable)
d. Pajak
ymh dibayar (accrued tax payable)
4. Penghasilan
yang ditangguhkan (deferred revenue), yaitu penerimaan persekot pembayaran dari
pihak lain (penghasilan yang belum menjadi hak perusahaan tetapi sudah
diterima).
Contoh
;
a. Bunga
di terima dimuka (interest received in advance)
b. Sewa
di terima dimuka (rent collected in advance)
D.
Hutang
Jangka Panjang
Hutang jangka panjang yaitu hutang
perusahaan kepada pihak lain yang pelunasannya dalam jangka panjang (lebih dari
satu tahun) dihitung dari tanggal neraca.
Jenis-jenis Long Term debts :
1. Hutang
Hipotik (mortage notes payable) yaitu hutang jangka panjang dengan jaminan
aktiva tetap.
2. Pinjaman
obligasi (band payable) yaitu surat tanda berutang kepada pemegang dengan
pembayaran bunga yang pelunasannya lebih dari satu tahun.
Contoh :
HUTANG JANGKA PENDEK
Hutang xxx
Wessel bayar xxx
Biaya yang masih harus di bayar xxx
Penghasilan diterima di muka xxx
HUTANG JANGKA PANJANG
Hutang hipotek xxx
Pinjaman obligasi xxx
Hutang jangka panjang biasanya timbul
karena kebutuhan untuk membeli aktiva, manambah modal perusahaan, investasi,
atau mungkin juga untuk melunasi utang.
E.
Pengecekan
Saldo Utang & Laporan Utang
Melakukan
Pengecekan Saldo Utang
1. Rumus
Saldo Utang
a. Rumus
untuk pengecekan saldo utang
Saldo awal utang xxx
Jumlah pembelian kredit/buku pembelian xxx
Penjumlahan xxx
Pembayaran utang buku pengeluaran kas xxx
Retur pembelian xxx
Total pembayaran dan retur (xxx)
Saldo utang akhir xxx
b. Pencocokan
saldo akun buku besar utang dengan daftar saldo utang disebut pengecekan saldo
utang. Berikut prosedur pengecekan saldo utang :
1. Mengadakan
inventarisasi dan rekapitulasi atas transaksi dan kartu utang setiap kreditor.
2. Memposting
transaksi yang berasal dari catatan buku jurnal ke dalam akun buku utang
dagang. Kemudian, besar utang pada periode tersebut disajikan dalam laporan
utang.
3. Saldo
akhir menurut catatan daftar saldo utang harus sama dengan catatan pada akun
utang dagang.
F. Membuat Laporan Utang
Mencatat
jumlah utang dan memeriksa pembayaran utang sesuai tanggal jatuh tempo utang
merupakan tugas utama bagian utang. Pengelola kartu utang harus membuat laporan
saldo utang tiap kreditor dan utang yang telah jatuh tempo secara periodic.
Tanggal jatuh tempo pembayaran utang ditetapkan berdasarkan tanggal faktur
pembelian dan syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh pihak penjual.
Berikut penggolongan status utang.
1. Utang
yang belum jatuh tempo
2. Utang
dalam masa telah jatuh tempo
3. Utang
yang belum dibayar
2.
Pengertian
Kartu Utang
Kartu Utang adalah salah satu sarana
untuk mencatat adanya mutasi utang secara terperinci pada tiap-tiap kreditor.
Informasi yang terdapat pada kartu utang yaitu nama kreditor, nomor rekening,
syarat pembayaran utang, formulir untuk mencatat adanya mutasi utang. Sedangkan
isi dari formulir pencatatan mutasi utang yaitu tanggal terjadinya transaksi ,
keterangan, nomor bukti transaksi, kolom debit, kredit dan saldo.
Transaksi yang mempengaruhi besarnya saldo utang yaitu :
a. Transaksi
pembelian secara kredit
b. Transaksi
retur pembelian secara kredit
c. Transaksi
pembayaran utang
3. Voucher Payable Prosedure
Jika
dalam account payable procedure, pencatatan utang melalui 4 tahap, sedangkan dalam
voucher payable procedure, pencatatan utang melalui dua tahap dalam register
bukti kas keluar dan jurnal pengeluaran kas.
Dokumen
yang digunakan dalam pencatatan voucher payable procedure adalah : Bukti kas
keluar atau kombinasi bukti kas keluar dan cek. Bukti kas keluar ini merupakan
formulir pokok dalam voucher payable procedure. Dimana bukti kas keluar ini,
mempunyai tiga fungsi yaitu :
1. Sebagai
surat perintah kepada bagian kassa untuk melakukan pengeluaran kas sejumlah
yang tercantum di dalamnya.
2. Sebagai
pemberitahuan kepada kreditor mengenai tujuan pembayarannya.
3. Sebagai
media untuk dasar pencatatan utang dan persediaan.
Seperti
halnya harta perusahaan, maka utang perusahaan pun di bagi menjadi 2 kelompok,
yaitu hutang lancar dan hutang jangka panjang. Utang lancar adalah
hutang-hutang yang harus dilunasi dalam jangka pendek atau tidak lebih dari
satu tahun. Termasuk hutang jangka pendek :
1. Hutang
dagang yakni hutang yang terjadi karena pembelian barang di lakukan secara
kredit. Hutang dagang biasanya tidak di jamin dengan surat perjanjian, terjadi
karena semata-mata karena atas dasar kepercayaan.
2. Utang
wessel (notes payable) yaitu utang dengan jaminan surat perjanjian khusus dalam
bentuk wesel yang di atur dengan undang-undang.
3. Beban-beban
yang masih harus dibayar (accrual payable) yaitu beban yang sudah terjadi dan
harus di catat, tetapi pada saat menyusun rencana belum di bayar. Termasuk
kelompok ini : utang bunga, utang sewa dan utang gaji.
4. Utang
pajak yaitu pajak yang belum di setor kekas Negara.
5. Pendapatan
diterima dimuka yaitu penerimaan-penerimaan dari pihak lain untuk jasa yang
belum di serahkan oleh pihak perusahaan. Misalnya : Bunga diterima dimuka atau
sewa diterima dimuka.
Utang jangka panjang
(long term liabilities) adalah hutang yang jatuh tempo pelunasan lebih dari
satu tahun. Termasuk kelompok hutang jangka panjang :
1. Hutang
obligasi (Bond payable) yaitu hutang kepada pemegang obligasi yang dikeluarkan
oleh perusahaan.
2. Hutang
hipotik (mortage notes payable) yaitu hutang perusahaan yang di jamin dengan
benda-benda tidak bergerak seperti tanah, bangunan gedung dan sebagainya.
Contoh
Soal untuk Kartu Utang
Berikut
adalah data yang berhubungan dengan pencatatan utang pada CV. JKEY MAKMUR yang
beralamat di Jalan Kembang Jepun No. 12 Surabaya pada bulan Februari 2012 :
1.
Feb
1 Saldo utang dagang kepada UD. TWO
MOON sebesar
Rp
500.00,-
2.
Feb
6 Dibeli barang dagangan dari UD.
TWO MOON seharga Rp 2.000.000,- dengan syarat 2/10,
n/30. (F-TM-010)
3.
Feb
18 Dikembalikan sebagian barang dagangan
kepada
UD.
TWO MOON atas transaksi tanggal 6 Februari 2012
seharga
Rp 200.000,- karena rusak. (ND 001/2/12)
4.
Feb
20 Dibeli barang dagangan dari UD.
TWO MOON seharga
Rp
3.000.000,- dengan syarat 2/10, n/30. (F-TM-016)
5.
Feb
21 Dibayar utang atas transaksi
pembelian barang dagangan
pada
tanggal 6 Februari 2012 dan saldo utang diawal bulan.
(BKK
001/2/12)
6.
Feb
23 Dibayar sebagian utang atas
transaksi pembelian barang
dagangan
pada tanggal 20 Februari 2012 senilai
Rp
1.800.000,-. (BKK 002/2/12)
7.
Feb
27 Dibeli dari UD. TWO MOON
perlengkapan toko,
perlengkapan
kantor dan barang dagangan dengan harga
masing-masing
Rp 500.000, Rp 600.000 dan Rp.2.500.000,
syarat
2/10, n/30. Pembelian barang dagangan dilakukan
secara
kredit, sedangkan yang lainnya tunai. (F-TM-021
dan
BKK 003/2/12)
Catat data transaksi diatas ke dalam kartu
utang, daftar saldo utang, dan posting ke buku besar akun utang dagang !
Mencatat ke dalam kartu utang, daftar saldo utang, dan
posting ke buku besar utang dagang
a.
Kartu
Utang
b.
Daftar
Saldo Utang
c.
Buku
Besar
Contoh
Soal untuk Kartu Persediaan
PD
ARCTURUS menjual satu jenis barang dagangan. Dalam buku besar tanggal 1 Januari
2010 menunjukkan saldo Rp 40.000.000,- . Jumlah tersebut terdiri atas 10.000 kg
barang CK-01 Rp 4.000,- .Mutasa Barang CK-01 Bulan Januari sebagai berikut :
Jan
5Pembelian barang 8.000kg @ Rp 4.150,- ,faktur No. 216
Jan
10 Penjualan 14.000kg @ Rp
7.000,- , faktur No. 435
Jan
16 Pembelian 12.000kg @ Rp
4.250,- , faktur No. 238
Jan
18 Retur pembelian barang dari
faktur No. 238 sebanyak 400kg
Memo kredit No. 011
Jan
19 Pembelian 10.000kg @ Rp
4.000,- ,faktur No. 244
Jan
20 Penjualan 18.000kg @ Rp
6.500,- , faktur No. 436
Jan
24 Penjualan retur barang dari
faktur No. 436 400kg
Memo kredit No.22
Jan
26 Pembelian 6.000kg @ Rp
4.250,- , faktur No. 258
Kartu Sediaan
|
Nama Barang :Beras
|
|||||||||
No. Kode :CK-01
|
||||||||||
Satuan
:Kg
|
||||||||||
Tgl
|
No. Bukti
|
Diterima
|
Dikeluarkan
|
Saldo
|
||||||
Kg
|
Harga
|
Jumlah
|
Kg
|
Harga
|
Jumlah
|
Kg
|
Harga
|
Jumlah
|
||
2010
|
||||||||||
Jan 1
|
10.000
|
4.000
|
40.000.000
|
|||||||
Jan 5
|
216
|
8.000
|
4.150
|
33.200.000
|
10.000
|
4.000
|
40.000.000
|
|||
8.000
|
4.150
|
33.200.000
|
||||||||
18.000
|
73.200.000
|
|||||||||
Jan 10
|
435
|
10.000
|
4.000
|
40.000.000
|
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
|||
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
||||||||
Jan 16
|
238
|
12.000
|
4.250
|
51.000.000
|
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
|||
12.000
|
4.250
|
51.000.000
|
||||||||
16.000
|
67.000.000
|
|||||||||
Jan 18
|
011
|
-400
|
4.250
|
-1.700.000
|
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
|||
11.600
|
4.250
|
49.300.000
|
||||||||
15.600
|
65.900.000
|
|||||||||
Jan 19
|
244
|
10.000
|
4.000
|
40.000.000
|
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
|||
11.600
|
4.250
|
49.300.000
|
||||||||
10.000
|
4.000
|
40.000.000
|
||||||||
25.600
|
105.900.000
|
|||||||||
Jan 20
|
436
|
4.000
|
4.150
|
16.600.000
|
7.600
|
4.000
|
30.400.000
|
|||
11.600
|
4.250
|
49.300.000
|
||||||||
2.400
|
4.000
|
9.600.000
|
||||||||
Jan 24
|
22
|
-400
|
4.000
|
-1.600.000
|
8.000
|
4.000
|
32.000.000
|
|||
Jan 26
|
258
|
6.000
|
4.250
|
25.500.000
|
8.000
|
4.000
|
32.000.000
|
|||
6.000
|
4.250
|
25.500.000
|
||||||||
14.000
|
57.500.0
| |||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)
